CV. MENARA RIAU

PENERBIT CV. MENARA RIAU |PENDIRI|Sam Abednego Simbolon|PENASEHAT AHLI| M.T.Simbolon, Jhonny Hanny Tompunu,S.Th, M.Pd.K | PEMBINA | DR(HC).Sofyan,SR, DR(HC).Agen Simbolon | PIMPINAN UMUM |W.J.S | PIMPINAN PERUSAHAAN | Sam Abednego.S. | PIMPINAN REDAKSI | Sam Abednego Simbolon | REDPEL | | SEKRETARIS |Dewi.M.P| PENASEHAT HUKUM | IMMANUEL NDOEN,SH,MA,M.TH | STAF AHLI |Dantes.S.| LITBAG | Erwin.F.N | IT |Bromy Liong Sinaga, Harmen Suhaimi Harahap | DISIGN GRAFIS | H.S.Hrp, Willy Andreas Pasaribu | BIRO PEKANBARU | | BIRO BENGKALIS | Erwin F. Nababan (Kepala), R.L.Tampubolon, j.saragih, Ronal.S (Duri)| BIRO ROHIL | Supardi (Kepala)| BIRO ROHUL | | BIRO KAMPAR | | BIRO SIAK | | BIRO PELALAWAN | | BIRO INHIL |Supeno| BIRO INHU | |

Sabtu, 19 April 2014

TANGKI BERLOGO PERTAMINA ANGKUT BBM JENIS SOLAR DISINYALIR ILEGAL DARI PEKANBARU



  •  PENGAKUAN SUPIR PEMILIK MOBIL DAN BBM OKNUM APARAT KEPOLISIAN DI POLRESTA P.BARU (ISM) & BRIMOB POLDA RIAU (ADR). 
  • SUPIR NGAKUI BBM DARI PERTAMINA TETAPI DOKUMEN RESMI DARI PERTAMINA TIDAK ADA/TIDAK DIBAWA SERTA PADA SAAT PENDISTRIBUSIAN. 
  • DIMINTA KEPADA PIHAK PERTAMINA & POLDA RIAU AGAR SEGERA MENYELIDIKI, MENINDAK & MEMBERIKAN SANGSI TEGAS DAN BERAT KEPADA PIHAK YANG MELAKUKAN PELANGGARAN PERATURAN MIGAS.

Mandau, Menara Riau  

     Disetiap harinya armada/ mobil truk tangki yang berlogo & bertuliskan Pertamina melintas di daerah Duri, baik itu dari Pekanbaru, Dumai bahkan dari Belawan - Sumatera Utara. Armada Pertamina itu mengangkut BBM jenis Solar & Jenis Minyak tanah. Sedangkan pendistribusiannya beragam, mulai dari perseorangan maupun perusahaan.  

    

Armada Pertamina itu disinyalir dimanfaatkan sebagian oknum untuk membawa BBM yang disinyalir Ilegal dari Pekanbaru. Karena banyak dari armada yang bertuliskan Pertamina tersebut tidak membawa dokumen Resmi/ DO atau surat jalan dari pihak Pertamina ketika mendistribusikan BBM yang dibawanya itu. Dan hal itu sudah berlangsung lama, hingga saat ini.  

     Salah satu armada tangki Pertamina dengan nopol BM 8346 TM yang dua (2) hari sekali turun ke Kota Duri untuk membagi BBM sesuai permintaan pelanggan. Dan hal itu merupakan pengakuan sang Supir Fadillah dan Andi ketika ditanyakan beberapa awak media beberapa waktu lalu. Dan sang supir juga mengatakan bahwa mobil beserta BBM yang diangkut/dibawanya dalam truk berwarna biru & bertuliskan Pertamina itu milik seorang aparat Kepolisian di POLRESTA PEKANBARU Bernama ISMA dan menjabat sebagai salah satu Kanit disana.  

     Ketika awak media bertanya dari mana asalnya BBM yang dibawanya itu, sang Supir mengatakan, “Minyak berasal atau kami ambil dari jalan Duku – Pekanbaru dan untuk pembuangannya ke berbagai tempat sesuai orderan pelanggan. Dan BBM yang kami bawa tadi diantar kearah Duri 13 sana”, ucap sang Supir kepada media saat itu.  

     “Pelanggan Bo situ banyak dari pihak Perusahaan yang ada di Duri dan sekitarnya, tetapi ada juga dari pihak dan jenis usaha yang lainnya pesan Minyak kepada Bo situ. Kami hanya supir, dan kami hanya mengantarkan sesuai apa yang diperintahkan oleh Bos”, tambah sang supir.  

     Dari keterangan yang diberikan sang supir kepada media kala itu banyak menyimpan kejanggalan, diantaranya ialah keabsahan/ kebenaran dari kepemilikan armada tangki dan BBM, dokumen BBM dan atas nama yang tertera di dalam surat-surat kendaraan. Di dalam STNK yang ditunjukkan sang supir kepada beberapa media saat itu (Sekitar Bulan Februari-red) atas nama PT.SURYA SATRIA SENTOSA (S3). Akan tetapi mobil yang dipakai membawa BBM jenis Solar dari Pekanbaru itu masih tetap berlogo & bertuliskan PERTAMINA.  

     Ketika awak media konfirmasi ke pihak Pertamina, Fsl mengatakan, “Pihak Pertamina tidak memiliki armada sendiri, tetapi Pihak Pertamina melakukan kerja sama & menyerahkannya kepada pihak ke tiga, yaitu Pihak Perusahaan-perusahaan yang dibawah keagenan ELNUSA. Walaupun demikian, setiap Perusahaan yang sudah menjadi agen dari pihak Elnusa /Pertamina, apabila mengangkut/membawa BBM dari Pekanbaru atau Dumai wajib memiliki dan membawa Surat Jalan Resmi (DO) dari Pertamina. Karena Pihak Pertamina hanya memberikan surat jalan tersebut”, ujar Fsl kepada media.  

     Dari pernyataan yang dilontarkan pihak Pertamina Fsl diatas berarti sudah banyak BBM milik Pertamina yang tidak jelas dokumennya serta tidak jelas administrasinya. Dengan arti kata banyak BBM milik Negara ‘dimainkan’ oleh Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab & hanya ingin memperkaya diri pribadi saja.  

     “Kemana pihak Pertamina bidang Pengawasan Pendistribusian BBM sehingga kejadian seperti ini bisa terjadi??? Apakah sudah tidak ada lagi yang dapat bekerja dengan baik sesuai dengan aturan yang ada di Negara RI ini???       *001.   

PERAMPOK BERHASIL BAWA KABUR TAS SALES PT.WPY CABANG DURI



  •  KORBAN TERJATUH & TERSERET DIASPAL SERTA DITODONG PISTOL OLEH PELAKU PERAMPOKAN. 
  • DIDUGA KORBAN TELAH DIUNTIT SEBELUMNYA OLEH KEDUA PELAKU. 
  • SALAH SEORANG PELAKU TERTANGKAP & SATUNYA LAGI BERHASIL KABUR DARI KEJARAN MASSA.  


Duri, Menara Riau      

     Bertambah satu lagi deretan kejadian Perampokan di wilayah hukum Polsek Mandau, pada Kamis (10/04) sekitar pukul 17:30 wib. Kejadian itu terjadi menjelang hari mau gelap diseputaran jalan Sudirman Duri. Dan kejadian tersebut tentu saja sontak membuat warga sekitar berkerumun di Tempat Kejadian Perkara (TKP).  

    

Kejadian/ Aksi Perampokan yang diketahui dilakukan oleh warga Simp.Babussalam Duri Kecamatan Mandau itu termasuk sangat berani. Pasalnya, kedua Perampok itu melakukan aksinya diwilayah yang ramai masyarakatnya, yaitu di Jalan Jend.Sudirman, tepatnya di depan Toko Sukajadi, salah satu Ruko yang tidak jauh dari Kantor Kecamatan Mandau. Bukan hanya itu saja, disekitar itu ada juga jalan Karanganyer 1 yang mana jalan tersebut tidak pernah sunyi dilalui kendaraan bermotor serta masyarakat yang melintas/ lalu lalang dari jalan tersebut.  

     Pelaku dalam melakukan aksinya dengan memakai sepeda motor  merk Yamaha Jupiter Z (Masih Baru & Tanpa Plat Nopol-red). Ada dugaan keras, bahwa telah diketahui dan telah diincar sebelumnya oleh pelaku, sang mangsanya sedang membawa sebuah tas yang berisikan uang hasil kutipan dari para pelanggan perusahaannya. 
     Kejadian berawal saat korban Zultandi (24) warga tanah putih Kab.Rokan Hilir (Rohil) itu sedang menawarkan barang dagangannya ke salah satu kiosphone yang ada di depan toko Sukajadi. Zul tidak ada sedikitpun menaruh curiga ketika sebuah sepeda motor berhenti di depan kiosphone tersebut, namun firasat hati Zul ternyata berbeda dengan kenyataan.  

Selang beberapa detik saja, salah seorang turun dari sepeda motor Jupiter Z itu dan langsung merampas & menarik sekuatnya tas milik Zul serta membawa kabur tas yang berisikan uang sebesar Rp.22.200.000,-  milik PT. Wahana Putra Yuda (WPY) Cabang Duri.  

     Keterangan yang dihimpun awak media di TKP dari warga setempat menyatakan bahwa pelaku sangat cepat dan cekatan dalam melakukan aksinya. “Kayaknya korban sudah diincar dan diikuti oleh kedua pelaku perampokan itu”, ucap Anto Warga setempat kepada media.  

     Informasi lain yang di dapat awak media ini perihal kejadian perampokan di Petang hari tersebut berasal dari rekan kerja Zul yang tiba di TKP setelah aksi itu terjadi mengatakan, “Kemungkinan besar rekan saya, Zul itu telah diuntit sebelumnya oleh pelaku. Ketika tiba di Kiosphone depan Toko Sukajadi ini barulah perampok tersebut melaksanakan niat jahatnya. Saat itu Zul sedang menawarkan barang dagangannya berupa kartu Hanphone dan lainnya, dan Zul juga sedang membawa sebuah tas yang berisikan uang hasil kutipan/setoran dari para pelanggannya satu hari ini (Kamis, 10/04)”, ujar rekan Zul yang tidak mau dipublikasikan namanya.  

     Keterangan senada/serupa disampaikan oleh mas Karjo yang berjualan gorengan tepat disamping toko Sukajadi dan Jalan Karanganyer 1. “Saya melihat kedua orang itu berhenti di depan kiosphone, dan tak berapa lama salah seorang turun dari sepeda motor dan langsung menarik tas Sales Zul dan kabur kearah jalan Karanganyer 1. Untuk mempertahankan tas miliknya yang dibawa kabur perampok, Sales Zul sampai jatuh dan terseret di aspal sekitar 500 meter. Karena saat itu, korban sempat memegang/ menarik kerah baju salah seorang pelaku perampokan (Yang diboncengan-red) sampai akhirnya korban bergantung di bagian belakang sepeda motor yang terus melaju”, ucap Karjo.  

     Dan menurut AD saksi mata lain yang melihat kejadian saat itu menuturkan, “Si korban sepertinya tidak mau membiarkan begitu saja kawanan perampok itu membawa kabur tas miliknya & uang hasil setoran para pelanggannya itu. Walaupun jalan Karanganyer 1 merupakan jalan turunan dan korban sudah sampai terseret sebegitu jauhnya di Aspal, namun korban tetap kuat & gigih mempertahankan apa yang menjadi miliknya. Apalagi ketika yang berada di boncengan sepeda motor Jupiter Z itu memegang dan mengacungkan Pistol kearah korban. Akan tetapi  korban mengacuhkan acungan Pistol tersebut, kemungkinan mengetahui bahwa Pistol yang dipegang itu adalah Pistol mainan”, tukas AD kepada media.  

     Ketika berada di jalan Karanganyer 1 korban sempat berteriak maling….maling…, sehingga membuat warga setempat melihat dan mendatangi arah suara tersebut. Dan pada saat sepeda motor pelaku melewati jalan yang ada tanggulnya, korban yang tadinya terseret dapat meraih spion motor pelaku dan akhirnya pelaku perampokan serta sepeda motornya pun terjatuh. Pada saat itulah warga setempat mendatangi dan mengejar kedua pelaku perampokan tersebut”, tambah AD.  

     “Salah seorang pelaku berhasil kabur dari kejaran massa melalui jalan Mawar dan belum diketahui lagi dimana rimbanya saat ini. Dan seorang pelaku lagi tertangkap dan langsung di hajar sampai babak belur oleh massa yang telah berkerumun di jalan itu. Beruntung pelaku cepat dibawa kearah jalan Jend.Sudirman, kalau tidak, kemungkinan besar pelaku bisa mati di massakan warga yang sudah sangat emosi saat itu”, lanjutnya. 

     Setibanya di jalan Jend.Sudirman, keberuntungan masih berpihak kembali bagi pelaku, pasalnya pihak Kepolisian dari unit Buser Polsek Mandau telah tiba di TKP dan langsung mengamankan pelaku yang sudah bersimbah darah itu ke dalam  bagian belakang mobil Innova warna biru. Setelah itu si pelaku langsung di gelandang ke Mapolsek Mandau untuk dilakukan dan mendapatkan proses hukumnya.       *001. 

Sabtu, 05 April 2014

DRAINASE MELUAP JALAN RAYA TERGENANG AIR & RUMAH WARGAPUN BAK KOLAM IKAN



  •      1 JAM DIGUYUR HUJAN, KOTA DURI KEC.MANDAU KEBANJIRAN. 
  •      RUMAH-RUMAH WARGA TERKENA IMBAS AKIBAT JELEKNYA SALURAN DRAINASE DI KOTA DURI, PADAHAL DANA PERAWATAN DAN PEMBUATAN DRAINASE SANGAT BESAR, MENCAPAI RATUSAN JUTA BAHKAN SUDAH MILYARAN YANG TERKUCUR DALAM BEBERAPA TAHUN INI. 
  •      WARGA SANGAT MENYESALKAN PIHAK PEMERINTAH KEC.MANDAU YANG TIDAK TANGGAP AKAN PERMASALAHAN YANG SELALU TERJADI DI KOTA DURI.  


Duri, Menara Riau  

     Sangat menyedihkan melihat warga di Kota Duri Kec.mandau yang selalu bekerja keras untuk melindungi/menyelamatkan barang-barang yang berhubungan dengan aliran Listrik ketika hujan turun. Bukan hanya menyelamatkan dan mengungsikan barang-barang itu saja yang dilaksanakan para warga setempat, warga pun melakukan antisipasi agar luapan air dari Drainase yang ada tidak semakin banyak masukdan menggenangi rumah mereka.  


     Berbagai cara pun dilakukan warga untuk membuang air dari dalam rumah mereka yang masuk oleh karena terpaan Ban kendaraan bermotor yang melintas di jalan raya. Mulai dari menyapu air tersebut sampai menimbai/membuang air dengan memakai gayung dan sebagainya. Namun air pun tidak juga kunjung surut walaupun hujan sudah reda.  

     Hal itu tampak sangat jelas bahwa keadaan Saluran Drainase yang ada di dalam Kota Duri (Jl.Jend.Sudirman) dan Jalur Lintas (Jl.Hangtuah) sangat jelek. Dan bukan hanya itu saja permasalahan yang mengakibatkan air bisa meluap ke jalan raya sampai ke rumah-rumah warga, tetapi dikarenakan juga oleh tidak adanya suatu tempat yang menjadi tempat bermuaranya air yang ada di dalam saluran Drainase (Parit) tersebut. Ditambah lagi dengan banyaknya sampah di dalam saluran drainase yang tidak mau diambil/dibersihkan oleh Petugas Kebersihan/Sampah di Kota Duri ini.  

     Padahal dana APBD sudah sangat banyak/besar yang terkucur untuk perawatan/pemeliharaan dan Pembuatan saluran drainase di Kecamatan Mandau ini, namun hingga saat ini keadaan drainase masih tetap sama dan menuai masalah serta membawa kerugian bagi masyarakat Kota Duri Kec.Mandau. Pada Tahun 2012 saja anggaran yang dikucurkan Pemkab Bengkalis untuk Pemeliharaan/Perawatan Drainase di Kecamatan Mandau saja berkisar hampir mencapai Rp.250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).  

     Dan pada Tahun 2013, anggaran yang turun untuk Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-gorong Perkotaan Kecamatan Mandau berkisar Rp.500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah). Dan dana sebesar itu hanya digunakan untuk Review Master Plan Saluran Drainase Perkotaan Kota Duri Kecamatan Mandau. “Apakah dana sebesar itu pantas dikeluarkan hanya untuk Review Master Plan (Perencanaan) saja??? Apakah hal itu dibuat hanya untuk  menghabiskan dana APBD Kab.Bengkalis saja???”.   

     Masih tetap di tahun 2013, Pemkab Bengkalis juga menganggarkan dana untuk pembangunan saluran Drainase/Gorong-gorong Kecamatan Mandau sebesar Rp.1.155.477.500,- (Satu Miliar Seratus Lima Puluh Lima Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Tujuh Ribu Lima Ratus Rupiah). Akan tetapi anggaran sebesar itu tidak dapat merubah dan mengatasi permasalahan kebanjiran yang selalu melanda Kota Duri apabila hujan turun.  

     “Apakah anggaran yang terkucur tersebut benar-benar dipergunakan untuk membangun drainase di Kota Duri Kec.Mandau ini atau hanya spekulasi saja agar dananya bisa masuk dalam ‘KAS PRIBADI’ aparat pemerintah yang berwenang di Kecamatan ini???  

     Ketika awak media ini konfirmasi kepada Camat Mandau H.Hasan Basri, M.si, Jum’at (04/04) via sms perihal seringnya banjir melanda Kota Duri, baik itu jalan Jend.Sudirman maupun Jalan Hangtuah kec.Mandau mengatakan, “ Bupati sudah perintahkan Dinas terkait untuk menangani problem genangan air secara Komprehensif tidak persial. Mudah-mudahan pada Tahun 2014-2015 dapat terealisasi”, ucap Camat.  

     “Kenapa harus Tahun 2014-2015 ini baru dipikirkan dan baru mau direalisasikan oleh Pemkab Bengkalis, Ada apa??? Lalu kemana dibuat pihak Kecamatan Mandau dana-dana proyek perawatan/pemeliharaan serta pembuatan saluran Drainase/Gorong-gorong di Kec.Mandau pada tahun-tahun sebelumnya???  

     Atau, semua laporan proyek yang dibuat oleh pihak Kecamatan Mandau selama ini hanya fiktif dan berupa spekulasi saja serta hanya untuk melengkapi daftar laporan tentang anggaran proyek yang telah dikucurkan oleh Pemkab Bengkalis???Ataukah laporan tersebut hanya berupa symbol saja yang mana untuk menyenangkan hati sang Pimpinan atau ‘ABS’ = Asal Bapak Senang???  

     Bukti dan fakta dilapangan sudah banyak kali berbicara, bahwa pembangunan yang direncanakan oleh pihak Pemkab Bengkalis untuk Kecamatan Mandau tidak berjalan dengan baik dan dana-dananya banyak yang tidak jelas peruntukannya. Bahkan bangunan yang dibangun pun tidak sesuai dengan Bestek atau aturan pembangunan. Hal itu tampak pada bangunan yang baru selesai dikerjakan, yang mana campuran bangunan tersebut mudah hanyut dibawa air dan bahkan ada yang berlubang-lubang dan runtuh.  

     Hal itu semua sangat berakibat tidak baik dan membawa kerugian bagi banyak warga Kota Duri Kecamatan Mandau ini, apalagi di saat hujan membasahi bumi. “Apakah dapat dikatakan pembangunan yang direncanakan dan dilaksanakan  oleh pihak Pemkab Bengkalis tersebut berhasil dan berguna bagi masyarakat kota Duri seutuhnya??? Ataukah proyek-proyek yang direncanakan & dilaksanakan itu hanya untuk meraup keuntungan pribadi saja tanpa memikirkan nasib pembangunan dan masyarakat di Kec.Mandau ini???       *001.