CV. MENARA RIAU

PENERBIT CV. MENARA RIAU |PENDIRI|Sam Abednego Simbolon|PENASEHAT AHLI| M.T.Simbolon, Jhonny Hanny Tompunu,S.Th, M.Pd.K | PEMBINA | DR(HC).Sofyan,SR, DR(HC).Agen Simbolon | PIMPINAN UMUM |W.J.S | PIMPINAN PERUSAHAAN | Sam Abednego.S. | PIMPINAN REDAKSI | Sam Abednego Simbolon | REDPEL | | SEKRETARIS |Dewi.M.P| PENASEHAT HUKUM | IMMANUEL NDOEN,SH,MA,M.TH | STAF AHLI |Dantes.S.| LITBAG | Erwin.F.N | IT |Bromy Liong Sinaga, Harmen Suhaimi Harahap | DISIGN GRAFIS | H.S.Hrp, Willy Andreas Pasaribu | BIRO PEKANBARU | | BIRO BENGKALIS | Erwin F. Nababan (Kepala), R.L.Tampubolon, j.saragih, Ronal.S (Duri)| BIRO ROHIL | Supardi (Kepala)| BIRO ROHUL | | BIRO KAMPAR | | BIRO SIAK | | BIRO PELALAWAN | | BIRO INHIL |Supeno| BIRO INHU | |

Sabtu, 03 Mei 2014

FOTO MOBIL TANGKI ANGKUT BBM SOLAR DIDUGA ILLEGAL MILIK SEORANG KANIT DI KAPOLRESTA PEKANBA



Mandau, MR 


















KET : Armada Milik Pribadi Yang Masih Memanfaatkan Logo Pertamina Untuk Mengangkut BBM Jenis Solar Yang Diduga Ilegal Dari Pekanbaru Ke PT.Arara Abadi Jl.Perjuangan Duri 13 Kec.Mandau. 














KET : Daftar Kunjungan Tamu Yang Tertera Di Buku Tamu PT.Arara Abadi Tercantum Nama/ Nopol Armada Yang Mengangkut BBM Jenis Solar Milik Pak Isma Dari P.Baru.    
*001. 

MASYARAKAT TASIK SERAI TAMBAH KETAKUTAN DENGAN DIPASANGNYA PAMPLET HUTAN CAGAR BIOSFER DI LAHAN MEREKA



  • PEMASANGAN PAMPLET DI DUGA DILAKUKAN OLEH ORANG YANG TIDAK BERASAL DARI PIHAK INSTANSI TERKAIT. 
  • PEMERINTAH DESA & WARGA SETEMPAT MENGAKU TIDAK DIBERITAHUKAN PERIHAL PEMASANGAN PLANG CAGAR BIOSFER.  


Tasik Serai, Menara Riau   

     Belum lama lagi daerah Tasik Serai dilanda beberapa persoalan yang membuat masyarakatnya tidak berani untuk keluar rumah oleh karena ketakutan dengan kejadian penangkapan terhadap para perambah Hutan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil serta paskah penahanan Kepala desa (Kades) Tasik Serai. Keberadaan pamplet Cagar Biosfer Giam Siak Kecil membuat masyarakat resah dan semakin ketakutan. Pasalnya, di simpang dinamit Km.33 Tasik Serai, Pada tanggal 02 april 2014 telah didirikan pamplet Cagar Biosfer giam siak keil yang dipasang oleh oknum tertentu yang datang kesimpang dinamit. Plang tersebut ditancapkan sekitar pukul 3.00 wib. Pamplet itu sendiri diangkut dengan menggunakan sarana transport/mobil Strada putih tanpa logo atau tanda yang menyatakan instansi apapun. Yang jelas mobil itu masuk ke wilayah Hutan Cagar Biosfer itu sekitar pukul 3 sore. Nomor Polisi nya saya lupa. Mobil itu polos tanpa ada tanda mobil dinas dari instansi manapun. Keperluan mereka hanya untuk mendirikan pamplet yang menyatakan Hutan Cagar Biosfer. Penanaman Pamplet itu tanpa ada konfirmasi kepada aparat desa setempat atau masyarakat”, ujar salah seorang warga yang berinisial ‘M’. 
 
     Berapa warga yang kami konfirmasi dilapangan mengatakan, “Dengan berdirinya pamplet ini, kami masyarakat merasa tidak tenang,  karena pamplet itu didirikan di areal lahan atau ladang kami. Apakah pamphlet itu didirikan sebagai pertanda bahwa mulai dari lokasi berdirinya pamplet ini, menyatakan bahwasannya sudah masuk area Cagar Biosfer atau bagaimana??? Sebab sampai hari ini belum ada kejelasan terhadap kami masyarakat, baik itu kejelasan dari aparat desa maupun dari instansi terkait manapun. Kami sebagai masyarakat mohon agar pihak Pemerintah dapat menentukan tapal batas yang jelas, yang mana lahan kami masyarakat yang mana lahan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil”, ujar warga.  

     Sementara dari aparat desa yakni  RT/RW yang kami konfirmasi mengatakan, “kami memang tidak ada diberitahukan perihal pendirian pamplet pemberituhuan tentang kawasan Hutan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil. Jadi sekarang ini kami sebagai pelayan masyarakat jadi serba salah, masyarakat minta kejelasanpun kami tidak dapat menjelaskan. Hal itu disebabkan dari awalnya memang tidak ada kordinasi sedikitpun dengan kami terkait pamplet tersebut”, tukasnya. 

     “Masyarakat minta urus surat tanah, jika tak diurus,kami bertugas sebagai pelayanan masyarakat,dan kami akan terus di desak warga. Dan jika diurus, kami sebagai aparat harus siap untuk di borgol, sebab pamplet itu memang berdiri di lahan warga, dan itu bukan jumlah yang sedikit lahan yang masuk, kalau memang mulai dari lokasi”, tambahnya.     

     “Kami minta kepada pihak Pemerintah mulai dari Kabupaten, Provinsi sampai ke Pemerintah Pusat Jakarta agar memperhatikan juga nasib kami masyarakat kecil yang tinggal di daerah terpencil ini, agar kami dapat melangsungkan kehidupan dengan tenang & aman bukannya dihantui ketakutan dan bertambah resah dengan berdirinya Plang Pemberituhuan tentang Hutan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil tersebut, apalagi Plang itu ditanam di lahan kami masyarakat”, pinta warga Tasik Serai.       *001.    

SUKADI CALEG PARTAI DEMOKRAT DAPIL DESA WAKILI MASYARAKAT MELENGGANG KE KANTOR DPRD KAB.BENGKALIS



  • MASYARAKAT DESA HARAPAN BARU BERHASIL DUDUKKAN SUKADI MENJADI ANGGOTA DPRD KAB.BENGKALIS.
  • AMANAT & HARAPAN WARGA DESA ADA DI PUNDAK BAPAK SUKADI. 


Mandau, Menara Riau  

     Perjalanan kehidupan masyarakat Desa Harapan Baru penuh rintangan menghadapi jalan debu kalau hari kemarau, kalau musim hujan yang dihadapi jalan lumpur, padahal Desa Harapan merupakan asset terbesar penghasilannya dalam segi kelapa sawitnya. Akan tetapi pembangunan Jalan Desa Harapan Baru Kec. Mandau Kab. Bengkalis sangat tertinggal dibandingkan desa lainnya yang ada di Kec. Mandau. 

   Semoga dengan terpilihnya/duduknya Bapak Sukadi menjadi anggota DPRD Kab.Bengkalis, Pembangunan Jalan di Desa Harapan Baru bisa lebih baik lagi sesuai dengan apa yang diharapkan oleh seluruh masyarakat. Karena bertahun-tahun lamanya masyarakat Desa Harapan Baru menghadapi Jalan yang berlumpur kalau musim hujan, bahkan truk-truk yang bermuatan kelapa sawit hasil tani masyarakat Desa Harapan Baru selalu terpuruk akibat jalan rusak karena musim hujan. Kalau di musim kemarau debulah yang dirasakan oleh masyarakat maupun para guru-guru dari Duri yang mengajar di dunia pendidikan baik SD, SMP maupun SMA yang ada di daerah Desa Harapan Baru ini.  

     Tantangan lumpur dan debu dari tanah kuning yang sering melekat di pakaian  para guru maupun masyarakat yang masuk maupun keluar dari dan ke Desa Harapan Baru sudah menjadi pemandangan biasa di daerah ini. Besar harapan masyarakat dengan terpilihnya Pak Sukadi yang notabene sebagai warga Desa Harapan Baru juga dapat mewujudkan harapan masyarakat menjadi nyata. Jalan  yang berdebu dan berlumpur tak ada lagi di Desa Harapan Baru ini.  

     Pasalnya, Anggaran (APBD) di Kab.Bengkalis sangatlah besar. apalagi Pak Sukadi yang sangat di kenal sebagai tokoh masyarakat yang baik, tegas dan mapan ekonominya. Sosok Pak Sukadi juga selalu rendah hati dan telah menjadi suatu panutan di mata masyarakat Desa Harapan Baru. Jadi tidak heran kalau Pak Sukadi di jagokan tokoh-tokoh maupun masyarakat banyak di Desa Harapan Baru ini yang siap mendudukkan di kursi dewan Kab.Bengkalis Tahun 2014 ini.  

     Dan hal itu terbukti pada 09 April 2014 Pak Sukadi mendapatkan suara terbanyak di daerahnya yang dipilih oleh masyarakat di Desa Harapan Baru Kec.Mandau Kab. Bengkalis. Harapan masyarakat banyak yang ada di desa tentang Infrastruktur jalan dan bangunan pendidikan yang ada di Desa Harapan Baru ke depannya lebih diutamakan. Bagi para anggota DPRD yang punya janji kepada masyarakat, apalagi anggota DPRD itu punya tanggung jawab moral kepada masyarakat. Jangan janji tinggal janji saja. Setelah terpilih, lupa dengan janjinya. Setelah duduk di kursi Dewan Lupa dengan Masyarakat yang memilihnya.

     Diharapkan kepada para Dewan yang telah terpilih di daerah Wonosobo dan Desa Harapan Baru dan sekitarnya, sesegera mungkin tunjukkan kinerja dan tanggung jawab sebagai pembawa amanah masyarakat. Tolong dilihat, diperhatikan dan diperbaiki Jalan Wonosobo menuju Desa Harapan Baru serta akses-akses jalan yang lainnya. Karena hal itu sangat perlu untuk ditindaklanjuti. Warga butuh jalan-jalan tanah yang ada saat ini di aspal dengan mutu yang bagus dan sesuai dengan harapan seluruh masyarakat di Kec.Mandau ini”, ungkap tokoh masyarakat kepada awak media.

     Selain Infrastruktur jalan dan bangunan sekolah yang butuh diperhatikan oleh anggota Dewan, penerangan juga sangat dibutuhkan oleh segenap warga yang berada di daerah Pedesaan/terpencil, seperti Desa Harapan Baru, Desa Bathin Betuah yang baru di mekarkan dari Desa Harapan Baru, Dusun Pendowo, Dusun Tanjung Sari. Sampai saat ini daerah-daerah tersebut belum dapat penerangan/listrik. Semoga Pemerintah daerah dan para dewan daerah Kab.Bengkalis yang masih duduk ataupun yang akan duduk/dilantik nantinya di Kab. Bengkalis bisa merubah Desa Harapan Baru maupun Batin Betuah serta tempat-tempat lain menjadi suatu daerah yang dapat dibanggakan. 

     Harapan masyarakat banyak di desa sangat besar agar daerah dimana mereka tinggal tidak lagi menjadi suatu daerah yang tertinggal dibandingkan Desa-desa yang lainnya, celoteh dari masyarakat yang tak mau disebut namanya.  
(*001).