CV. MENARA RIAU

PENERBIT CV. MENARA RIAU |PENDIRI|Sam Abednego Simbolon|PENASEHAT AHLI| M.T.Simbolon, Jhonny Hanny Tompunu,S.Th, M.Pd.K | PEMBINA | DR(HC).Sofyan,SR, DR(HC).Agen Simbolon | PIMPINAN UMUM |W.J.S | PIMPINAN PERUSAHAAN | Sam Abednego.S. | PIMPINAN REDAKSI | Sam Abednego Simbolon | REDPEL | | SEKRETARIS |Dewi.M.P| PENASEHAT HUKUM | IMMANUEL NDOEN,SH,MA,M.TH | STAF AHLI |Dantes.S.| LITBAG | Erwin.F.N | IT |Bromy Liong Sinaga, Harmen Suhaimi Harahap | DISIGN GRAFIS | H.S.Hrp, Willy Andreas Pasaribu | BIRO PEKANBARU | | BIRO BENGKALIS | Erwin F. Nababan (Kepala), R.L.Tampubolon, j.saragih, Ronal.S (Duri)| BIRO ROHIL | Supardi (Kepala)| BIRO ROHUL | | BIRO KAMPAR | | BIRO SIAK | | BIRO PELALAWAN | | BIRO INHIL |Supeno| BIRO INHU | |

Sabtu, 23 Agustus 2014

Sekitar 17 PNS Di Lingkungan Pemprov.Riau Dimutasikan



Pekanbaru, Menara Riau      

     Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun mendadak memindahkan sebanyak 17 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Akan tetapi yang anehnya, ke-17 pegawai  yang terkena Mutasi tersebut ternyata cuma dari satu instansi saja, yakni Dinas Pekerjaa Umum (PU) Riau. 

     Pemindahan para PNS di lingkungan Pemprov Riau tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Riau dengan Nomor SK.824.3/IV/2014/BKD-MT/SKPD/14 tanggal 30 Juni, yang mana menyebutkan ke-17 pegawai tersebut berasal dari golongan yang berbeda-beda. 

     Sementara SK tersebut baru diserahkan pada hari Jumat (11/7/2014). Informasi yang digarap media mendapati bahwa 15 orang diantaranya merupakan pegawai di bidang Sumber Daya Air Dinas PU Riau, kemudian satu dari Bidang Bina Marga dan satunya lagi dari Bidang Cipta Karya.

     Di dalam SK Gubri tersebut tertulis bahwa untuk kepentingan dinas dipandang perlu memindahkan Pegawai Negeri Sipil atas nama Supriyanto dkk dari tempat yang lama ke tempat yang baru.



       Berikut ke-17 PNS di Dinas PU Riau yang dipindah serta instansi barunya: 

1. Supriyanto, S.ST (Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah)

2. Syuardi Dt Malano (Sekretariat Badan Koordinasi dan Penyuluhan)

3. Deny Handy Sugiantoro, A.Md (Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi)

4. Yulita Rona Candra, ST (Dinas Sosial)

5. Herlion, ST (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik)

6. Eki Efrizal, ST (Badan Penelitian dan Pengembangan)

7. Mamat Rahmat (Dinas Koperasi dan UKM)

8. Krispanola (Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak
dan Keluarga Berencana)

9. Muhammad Ilyas, S.Sos (Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura)

10. Ipong Bramantyo, ST (Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi)

11. Lice Hendawati (Dinas Koperasi dan UKM)

12. Syafrizal, ST (Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura)

13. Harianto (Rumah Sakit Jiwa Tampan)

14. Pusdi (Dinas Sosial)

15. Aprinaldi (Sekretariat DPP Korpri)

16. Mario Handono, ST (Badan Ketahanan Pangan)

17. Dja'far Shodiq, ST (Badan Penanggulangan Bencana Daerah)  

*001

Jelang Lebaran Kadis PU Riau Pecat Ratusan Honorer Tanpa sebab musabab



  • Tiga Bulan Honor/Gaji Tak Dibayarkan.  


Pekanbaru, Menara Riau    

     Dikabarkan, sekitar 26 tenaga honor di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau dipecat tanpa alasan yang jelas. Bahkan, Kepala Dinas PU Riau, Muhammad juga dikabarkan dengan 'gagah' memasukkan tenaga honorer baru untuk menggantikan mereka yang baru saja dipecat.

     Narasumber di Lingkup Dinas PU Riau, yang tidak mau dipublikasikan namanya mengatakan, “pemecatan sepihak tersebut diduga merupakan intervensi tegas dari Kadis PU Riau, Muhammad.

     "Ada sekitar 26 tenaga honorer yang dipecat. Terlihat jelas ada indikasi untuk sengaja memasukkan tenaga honor yang baru," katanya.

     Muhammad dinilai tidak memiliki hati nurani, dikarenakan pemecatan dilakukan jelang Idul Fitri 1435 H. Yang lebih parah lagi, mereka yang dipecat juga tidak mendapatkan honor selama lebih kurang tiga bulan.

     "Mereka dipecat jelang lebaran, berharap THR keluar. Namun yang menyedihkan, mereka yang dipecat juga disiapkan penggantinya," tandasnya.

     Bahkan, mereka yang dipersiapkan tersebut terindikasi berasal dari kerabat dan kenalan Muhammad dan orang-orang dalam di Dinas PU Riau. "Mereka yang baru saja masuk bahkan sudah menerima honor," kata sumber tersebut.

     Dikatakannya, honor yang seharusnya mereka dapatkan sebesar Rp1.540.000 setiap bulannya. "Ini harus mendapat perhatian dan penyidikan khusus dari pihak yang berwenang," pungkasnya.

     Sementara itu, Kadis PU Riau, Muhammad tidak bisa dikonfirmasi. Baik ditelephone maupun di-SMS, Hp Kadis PU Riau tidak ada jawaban dan balasan sms untuk mengklarifikasi semua informasi yang ada saat  ini.     
     Ketika awak media meminta tanggapan mengenai persoalan pemecatan sepihak tersebut kepada Ketua DPW RIAU LSM PENJARA, J.Hunter Manalu mengatakan, “ Hal itu memang sudah tidak manusiawi dan terkesan ada unsure politik serta unsure KKN nya. Pasalnya, pemecatan itu secara tiba-tiba lalu para pengganti honorer yang dipecatpun sudah ada bahkan sudah siap untuk menduduki dan menjabat sebagai pegawai baru di ruang lingkup Dinas PU Prov.Riau. Kita juga akan telusuri dan menyidik persoalan pemecatan itu. Bila memang terbukti unsure KKN nya, kita akan segera buat laporan ke pihak instansi yang berwenang”, tegas J.Hunter.       *001.    

PIHAK SMAN 05 KEC.PINGGIR LAKUKAN PUNGLI PADA PSB TA.2014



  • SISWA BARU DIMINTA RP.600.000,-/SISWA UNTUK PEMBANGUNAN BAK AIR. 
  • Ka.UPTD PENDIDIKAN PINGGIR Hj.KHOLIJAH AKUI ADANYA KUTIPAN SEBESAR RP.600.000,-/SISWA ITU YANG GUNANYA UNTUK PEMBANGUNAN. 

Pinggir, Menara Riau    
     Rabu(25/6), pantauan awak media ketika berkunjung ke SMA N 05 Pinggir, tepatnya di Kelurahan Titian Antui, Pinggir, kegiatan Penerimaan Siswa Baru nya tampak ramai dikunjungi oleh para wali murid atau orang tua yang hendak mendaftarkan anaknya untuk bersekolah di SMA tersebut. 

     Salah seorang wali murid yang namanya tidak mau dipublikasikan ketika itu hendak mendaftarkan anaknya masuk ke SMA N 05, saat ditemui tim media mengatakan, “sangat disayangkan biaya pendaftaran di SMA ini sangat memberatkan saya selaku orang tua. Tapi mau gimana lagi, anak tetap harus sekolah demi mencapai cita-citanya. Berutang-utang pun kami orang tuanya tetap akan kami lakukan”, ucap ibu tersebut. 

     Lanjutnya, biaya pendaftaran sebesar Rp.2.010.000,- sudah termasuk biaya seragam sekolah sebanyak 5 stell, dan sudah termasuk biaya pembangunan sebesar Rp.600.000,-. Yang menjadi tanda tanya nya bagi kami dari pihak orang tua murid ialah “kenapa harus ada pengutipan uang pembangunan yang dibebankan kepada siswa/I yang baru mendaftar??? Dan kwitansi pembayarannya pun kita minta, namun pihak sekolah tidak mau memberikan kwitansi”, cetus wali murid tersebut dengan nada agak kesal. 

     Terkait dengan hal pengutipan uang pembangunan tersebut, tim mencoba konfirmasi kepada kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pinggir, Kholijah, (25/6), via telepon selulernya mengatakan, “saya nanti coba koordinasi kepada kepala SMA N 05, apa benar informasi pengutipan uang pembangunan sebesar Rp.600.000,- tersebut dilakukan”, terang Kholijah. 

     Kemudian kata kholijah, “setelah dilakukan koordinasi dengan kepala SMA N 05 Pinggir, informasinya pengutipan Rp.600.000,- tersebut untuk pembangunan bak air untuk sekolah. Dan sudah di rapatkan dengan komite sekolah. Karena bantuan air dari Chevron sudah diputus oleh pihak Chevron”, terang Kholijah (26/6). 

     Sampai berita ini diterbitkan, kepala SMA N 05 Pinggir, Lismawati, tidak dapat ditemui. Selama 2 hari berturut-turut, Rabu(25/6) dan Kamis(26/6), dan terkesan menghindar dari awak media yang hendak konfirmasi terkait pungli di sekolah yang dipimpinnya tersebut.       *001-